Saya memilih IPTP, mengapa?

Banyak pihak menilai peternakan adalah bidang ilmu yang sangat “tidak keren”. Peternakan kerap kali disinonimkan dengan sesuatu yang kotor, bau, tidak menjanjikan apa-apa kecuali masa depan surap diselingi embikan kambing ataupun suara ayam yang berkokok. Ironis.

Faktanya, sewaktu belum tahu dengan benar apa itu peternakan, saya juga punya pikiran yang tidak berbeda dengan kebanyakan orang. Bagi saya peternakan adalah bidang ilmu yang tidak pernah sama sekali terpikir di benak saya. Sampai suatu hari, pikiran saya berubah.

Sekolah saya diminta mengirimkan siswanya untuk melanjutkan kuliah di IPB jalur USMI. Saya adalah salah seorang siswa yang beruntung mendapatkan kesempatan itu. Namun, ada pertanyaan di formulir tentang jurusan apa yang akan saya pilih di IPB nanti. Awalnya orang tua saya mendorong saya untuk berkuliah di jurusan yang berbau teknik. Namun, nasib berkata lain ketika saya membawa pulang buku yang mencantumkan berbagai jurusan serta keunggulannya yang ada di IPB. Saya membuka lembaran buku tersebut yang membahas mengenai fakultas peternakan IPB. Apa yang saya baca sungguh “menggiurkan”. Di situ tertera jelas puluhan perusahaan yang siap menanti lulusan fapet. Terbayang jelas di pikiran saya, perusahaan itu. Danone, Sierad Produce, Indofood, Ultrajaya, dll. Hati saya mulai condong ke jurusan ini. Apalagi, saya cukup menyukai hal-hal yang berkaitan dengan biologi. Saya menafikan kenyataan bahwa saya nantinya harus berteman dengan ‘feses”, ‘urine”, dan “bau  tidak enak”.

Waktu berjalan dan saya kini telah menginjak tahun ketiga di IPB. Segala hal yang dulunya mungkin di mata orang lain terkesan menjijikkan, bagi saya itu sudah biasa. Malah, sebagai insan peternakan, saya tergerak untuk dapat memanfaatkan hasil ternak itu sebagai ladang bisnis. Feses menjadi gerabah, kulit ternak sebagai bahan dompet atau beduk, susu sebagai yoghurt, pudding, dan daging sebagai sosis, bakso, serta banyak hal lagi. Minat saya itu tentu saja sesuai dengan jurusan saya di Fakultas Peternakan yakni IPTP (Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan).

Di IPTP saya belajar manajemen suatu peternakan, bagaimana membangun usaha peternakan dari nol,  bagaimana memanfaatkan peoduk ternak dengan maksimal. Belajar di peternakan di IPTP sangat menyenangkan. Ilmunya tidak hanya teori, tapi aplikasi. Juga diajarkan kewirausahaan untuk membuka lapangan kerja berbasis peternakan. Sehingga, kini saya telah cinta peternakan.